Rabu, 06 Juli 2011

Masjid ke-7 di kelurahan peranap diresmikan

Rabu, 06 Juli 2011 0
Masjid as-Sulthon yang dibangun di atas tanah wakaf Drs.H. T. Mukhtaruddin (Bupati Anambas) dan Siti Halimah telah diresmikan oleh Bapak Lurah Peranap Zainal Abidin beserta Kepala KUA Kecamatan Peranap H. Husni, S.Pd.I dan Camat Peranap yang diwakili oleh Sekcam Umar,S.Sos.

Dengan peresmian tersebut, kelurahan peranap kabupaten Indragiri Hulu resmi memiliki tujuh mesjid, yakni:
1. Masjid Agung di Kampung Jawa.
2. Masjid Jami di Kampung Baru.
3. Masjid Raya di Kampung Teleng Barter.
4. Masjid al-Kautsar di Rawa Putaran.
5. Masjid Mukhlisin di Simpang tugu.
6. Masjid Raudathul Jannah di Kebun Cina.
7. Masjid as-Sulthon di Pincuran Mas.

Dengan peresmian masjid as-Sulthon ini bagi saya sendiri keuntungannya dapat menunaikan ibadah jumatan dengan lokasi yang lebih terjangkau dan merupakan kesempatan untuk menunaikan ibadah subuh berjamaah yang konon kalau shalat isya dan subuh berjamaah dilakukan pahalanya sama dengan shalat malam dilakukan penuh. Hanya saja, sebagaimana banyak ditulis di dalam buku-buku, shalat subuh dan shalat isya berjamaah sangat sulit dilakukan oleh orang yang tergolong munafik. Mudah-mudahan saya tidak tergolong orang munafik.
Read More..

Selasa, 25 Januari 2011

Peranap di Twitter

Selasa, 25 Januari 2011 0
Sebenarnya ini sudah terlambat, tetapi kalau ada ingin mendengar kicauan tentang peranap di twitter, sekarang sudah ada twitter peranap. Silakan follow, kalau berminat. Terima kasih. Read More..

Rabu, 13 Oktober 2010

Dongeng asal usul buah badaro di Peranap

Rabu, 13 Oktober 2010 0
Tahukah anda buah bidaro? Buah bidaro adalah sejenis lengkeng kecil yang hanya terdapat di Peranap dan sekitarnya, yakni dari muara Batang Peranap hingga perbatasan bagian hilir Kecamatan Kelayang dan Rakit Kulim. Pernah dicoba ditanam ditempat lain seperti Rengat dan Pekanbaru, tetapi hanya tumbuh, tidak mau berbuah.



Daging buahnya sangat tipis. Dan bijinya sangat hitam dengan kulit bijinya mengkilat. Persis seperti mata kucing. Karenanya, banyak para pendatang di daerah ini menyebutnya buah mata kucing.



Buah bidaro ini menurut dongeng merupakan buah istimewa karena datang dari khayangan.

Alkisah pada masa lalu di wilayah Indragiri terdapat sebuah kerajaan yang wilayahnya meliputi Peranap hingga ke Kelayang. Raja memerintah dengan sangat adil dan negerinya pun makmur sentosa.

Tapi ada satu yang membuat masygul dan sedih raja dan rakyat negeri itu. Setelah sekian lama, tidak ada tanda-tanda permaisuri akan hamil.

Akhirnya disarankanlah agar baginda mau mengajukan permohonan ke khayangan. Singkat cerita, penguasa negeri khayangan mengabulkan dan menurunkan putri khayangan sebagai anak dari raja negeri tersebut.

Hari berganti hari, putri itu tumbuh menjadi putri yang cantik jelita. Oleh karenanya, silih berganti putra-putra bangsawan yang mengajukan pinangan.

Menyadari kecantikan putri, raja kemudian menginginkan menantu yang istimewa. Menantu tersebut bukan hanya gagah, tetapi juga harus sakti mandraguna. Untuk memilih menantu pilihan tersebut, diadakanlah sebuah sayembara yang sebenarnya sangat tidak masuk akal, yakni memindahkan aliran air sungai yang menurut kebiasaan dari hulu ke hilir menjadi dari hilir ke hulu.

Tentu saja tidak ada yang berhasil memenangkan sayembara tersebut. Dan tidak ada seorang pangeran pun yang berjodoh dengan sang putri.

Putri menangis mengenang nasib perjodohannya yang sangat buruk. Putri demikian sedihnya dan memutuskan untuk kembali ke khayangan. Sebelum pergi, Putri berkata,
"Aku sangat menyayangi rakyatku. Oleh karenanya, sebelum aku pergi aku akan meninggalkan sesuatu yang akan sangat berarti bagi rakyatku semua. "

Setelah mengucapkan tersebut, terjadilah keajaiban. Dari air mata sang putri, terjelma satu buah yang belum pernah ada sebelumnya. Saat buah dicoba, buah tersebut sangatlah manis seperti manisnya wajah dan hati sang putri.

Dalam panggilan masyarakat negeri itu, putri disebut dara. Oleh karenanya buah tersebut disebut "buah dara" yang untuk kemudahan lidah disebut "badara /badaro" yang berarti buah yang diberikan oleh dara (putri). Read More..

Sabtu, 09 Oktober 2010

Asal Usul Nama Peranap

Sabtu, 09 Oktober 2010 1
Pada zaman dahulu, nenek moyang Peranap tiba di Peranap menjumpai tanah rawa yang sulit dihuni oleh manusia. Oleh karenanya, mereka berdoa kepada dewata agar rawa tersebut dikeringkan. Ternyata, doa mereka dikabulkan.


Atas berkah yang diterima tersebut, mereka ingin mengadakan syukuran. Namun karena mereka baru mau menetap, mereka tidak memiliki apa pun untuk dipakai dalam kenduri. Bahkan, mereka pun tidak mempunyai piring untuk tempat makanan. Sementara itu, di tanah yang baru, belum ada tumbuh pohon apa pun yang bisa dijadikan untuk makanan, kecuali buah pauh, yang umumnya di mana-mana agak sedikit masam.

Lalu bermohonlah sekali lagi mereka kepada Tuhan. Dan lagi-lagi Tuhan mengabulkan. Buah pauh yang umumnya masam berubah menjadi cita rasa yang cukup enak dimakan. Buah tersebut lebat dan besar-besar dan kulitnya dapat dijadikan piring.

Saat itu mereka dipimpin oleh Rajo Kuek Kuaso yang sakti mandraguna. Dengan sekali kayuh, sampai ke batas hilir Kecamatan Kelayang / Kecamatan Rakit Kulim. Di tempat itu, Rajo Kuek Kuaso memasang sawar untuk menangkap ikan. Ikan yang diambil cukup untuk kenduri. Sawar bekas Rajo Kuek Kuaso tadi sekarang telah menjadi batu dan kampungnya kemudian diberi nama Batu Sawar.

Rajo Kuek Kuaso mengayuh ke hulu, sekali kayuh sampailah dia di muara Batang Peranap, tempat pertemuan Batang Peranap dan Batang Kuantan di Sungai Indragiri. Datuk Kuek Kuaso mengambil buah pauh yang ranap-ranap tadi yang mana daging buahnya cukup banyak untuk dicampur dengan ikan yang didapat untuk bahan kenduri sementara kulitnya cukup untuk menjadi piring. Karena pauhnya ranap-ranap, maka disebutlah Pauh Ranap yang saat ini menjadi nama salah satu desa di Kecamatan Peranap. Lama-lama Pauhranap berubah menjadi Peranap.

Setelah mengumpulkan buah pauh sebagai makanan, ikan sebagai lauk, dan kulit pauh sebagai piringnya, Rajo Kuek Kuaso mengayuh sekali lagi dan sampailah ia di hulu Batang Peranap. Di sana, Rajo Kuek Kuaso membuka tudung saji dan menyajikan semua hidangannya. Dengan demikianlah terlaksanalah kenduri yang dihajatkan mereka. Tempat membuka tudung saji dan menyajikan hidang tersebut sekarang dinamakan Pesajian, salah satu desa di Kecamatan Batang Peranap yang berbatasan langsung dengan Propinsi Jambi dan Propinsi Sumatera Barat, berbatasan dengan Pucuk Rantau Kabupaten Kuantan Singingi. Read More..

Jumat, 16 Oktober 2009

Andai jalan depan rumahku dua jalur

Jumat, 16 Oktober 2009 1
Baru saja kecelakaan kembali terjadi di Simpang Pincuran Mas Peranap. Titik ini merupakan salah satu di antara dua titik hostpot kecelakaan sepanjang Jalan Napal pada wilayah Pincuran Mas. Hotspot lainnya adalah depan GOR Bulutangkis. Dua tempat ini saling bergantian terjadinya kecelakaan, dan itu hampir tiap minggu.


Baru-baru ini di depan GOR juga terjadi kecelakaan yang menyebabkan kaki salah seorang korban patah. Telapak kakinya terlepas. Orang-orang yang menyaksikan tidak sanggup melihat lebih lama.

Tetapi, korban masih beruntung. Dibandingkan kejadian pada 17 Agustus 2009 yang lalu, di mana korban yang merupakan siswi SMA N 1 Peranap yang sedang kejar tayang untuk mengikuti upacara penurunan bendera, tewas di tempat.

Banyaknya kejadian di kedua tempat ini membuat aku berpikir, kenapa?
Untuk simpang empat pincuran mas mungkin mudah dipahami, dengan kondisi-kondisi:
1. Bersimpang empat
2. Lalu lintas ramai karena Jalan Napal adalah jalan poros penghubung Peranap dengan bagian wilayah paling luas dan ramai dari Kecamatan Peranap bagian Timur (Desa Gumanti, Pauhranap, Semelinang Tebing di mana Desa Pauhranap dan Semelinang Tebing adalah desa-desa terluas dan terbanyak penduduknya di Kecamatan Peranap) serta bagian selatan dari Kecamatan Batang Peranap, Kecamatan Rakit Kulim dan Kecamatan Batang Cenaku.

Sementara untuk depan GOR sendiri, analisa saya sebagai berikut:
- Sesudah perbatasan Gumanti/Peranap, secara kebetulan menjelang depan GOR merupakan daerah yang merupakan kurang rumah penduduk. Kondisi ini mungkin menyebabkan pengendara menambah kecepatan kendaraannya. Secara tiba-tiba, di depan GOR kembali memasuki kawasan padat. Perbedaan yang tiba-tiba ini menyebabkan kepanikan si pengendara.

Dari fakta tersebut, agar amannya menurut saya, sebaiknya dari arah Simpang Ombilin hingga beberapa meter melewati GOR dibuat jalur dua arah. Pengendara dari arah Pasar Peranap harus memutar dulu ke kiri sebelum berputar ke arah Gumanti. Dengan demikian, kecelakaan di dua tempat ini dapat diminilasir atau barangkali mungkin dieliminisir.

Read More..

Sabtu, 19 September 2009

Selamat hari raya 1430 H

Sabtu, 19 September 2009 0
Berbagai pesan selamat iedul fitri masuk, di antaranya:


"Selamat Hariraya Idul-Fitri 1430 H. Semoga kita berhasil kembali ke kesucian fitrah dan amalan baik kita diterima oleh Allah swt. Minal 'Aidin
wal-Faizin wal-Maqbulin. Mohon maaf atas segala khilaf..."

Andai jemari tak sempat berjabat.
Jika raga tak bisa bersua.
Bila Ada kata membekas luka.
Semoga pintu maaf masih terbuka.
Selamat Idul Fitri

Kami mengucapkan selamat lebaran iedul fitri 1430 H ..minal aidzin walfaidzin ..mohon maaf lahir dan bathin atas segala kekhilafan kami yang disengaja maupun tidak disengaja..semoga kita kembali menjadi insan yang fitri ...penuh dengan perbuatan yang sarat dengan kebajikan
amin amin dan salam hangat

Selamat Idul Fitri juga. Minal aidin wal faizin. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT.

Selamat Idul Fitri...Semoga Idul fitri tahun ini membawa berkah yang besar...bagi kita sekeluarga..dan...harapan bangsa dan negara kita menjadi semakin aman..........
Read More..

Minggu, 02 Agustus 2009

Riau, negara bagian ke-14

Minggu, 02 Agustus 2009 2
Semenjak dahulu, Riau selalu bergabung dengan Malaysia. Pada masa Kesultanan besar Malaka, Riau adalah bagian kesultanan Melaka yang terdapat di Sumatera. Oleh karenanya, jika Riau bergabung dengan Malaysia dan menjadi negara bagian ke-14 adalah wajar.

Pendapat ini tiba-tiba muncul. Apa lacur? Ternyata adalah buah kekecewaan atas kondisi kelistrikan Riau yang sangat parah. Dengan aneka potensi energi seperti sumber daya air, angin, ombak, batubara, gas dan sebagainya ditopang pula oleh sumber daya finansial di mana Bank Riau sudah sanggup untuk menyediakan dana bagi pembangunan Pembangkit Listrik raksasa, ternyata Riau masih mengalami nasib yang mengenaskan dalam bidang kelistrikan.

Janganlah pula bicara tentang krisis air. Pemerintah seharusnya mengambil rangkaian kebijakan untuk membantu masyarakat yang tengah krisis air. Misalnya pengadaan hujan buatan, penyediaan stok air murah yang jumlah rupiahnya sebenarnya tidak terlalu besar. Pemerintah sanggup menyediakan bantuan untuk musibah banjir, seharusnya juga mampu untuk musibah kemarau. Read More..
 
Peranap. Design by Pocket. Content by Serangge